PHP Functions | Belajar Fungsi PHP Bagi Pemula #11

  • Post author:
  • Post category:PHP
  • Post comments:0 Comments
PHP Functions

PHP Functions merupakan sebuah fitur atau sekumpulan pernyataan yang dapat di gunakan berulang kali dalam suatu program. sebuah fungsi juga tidak akan di jalankan secara otomatis saat halaman di muat.

PHP memiliki lebih dari 1000 fungsi built-in, dan di luar itu kita juga dapat membuat fungsi custom buatan kita sendiri.

Sebuah Fungsi pada PHP terbagi menjadi 2 yaitu fungsi built in dan fungsi buatan sendiri atau user define. fungsi built in pada PHP seperti array, date, Exception dll. kali ini saya akan bahas fungsi user define atau user yang mendefinisikan sendiri sebuah fungsi. perhatikan penjelasan berikut.

Baca Juga : Belajar PHP #1, Belajar PHP #2Belajar PHP #3Belajar PHP #4, Belajar PHP #5Belajar PHP #6Belajar PHP #7Belajar PHP #8Belajar PHP #9, Belajar PHP #10

PHP Functions User Define

Adalah fitur php atau fungsi yang di tentukan atau di buat sendiri oleh user php, Berikut syntax nya :

Syntax :

function nama_fungsi() {
  code;
}

berikut contoh :

<?php
function msg() {
  echo "Hallo giginau, ini adalah fungsi";
}

msg(); 
?>

berikut output nya :

Hallo giginau, ini adalah fungsi

Baca Juga Tutorial : Backup database dengan batchfile

PHP Function Arguments

Merupakan fungsi yang menungkinkan Informasi dapat diteruskan ke fungsi melalui argumen. Argumen itu seperti hal nya variabel. Sebuah argumen ditentukan setelah nama fungsi dan dalam tanda kurung. jik Anda menambahkan argumen maka pisahkan dengan koma. berikut contohnya :

<!DOCTYPE html>
<html>
<body>

<?php
function fmobil($fname) {
  echo "$fname <br>";
}

fmobil("Ferarri");
fmobil("BMW");
fmobil("Honda");
fmobil("Toyota");
fmobil("Lamborgini");
?>

</body>
</html>

Output :

Ferarri
BMW
Honda
Toyota
Lamborgini

Berikut adalah contoh fungsi 2 argumen :

<!DOCTYPE html>
<html>
<body>

<?php
function fmobil($fname, $ftahun) {
  echo "$fname, $ftahun <br>";
}

fmobil("Ferarri", "2020");
fmobil("BMW", "2020");
fmobil("Honda", "2021");
fmobil("Toyota", "2021");
fmobil("Lamborgini", "2015");
?>

</body>
</html>

Berikut outputnya :

Ferarri, 2020
BMW, 2020
Honda, 2021
Toyota, 2021
Lamborgini, 2015

PHP merupakan Bahasa yang dibuat Secara fleksibel, Pada contoh di atas, perhatikan bahwa kita tidak perlu menentukan tipe data & variabel. secara otomatis php menetukan tipe data ke variabel tergantung pada nilai variabel tersebut.

Dalam PHP 7, kita mendeklarasikan tipe data. maksudnya adalah untuk memberikan pilihan untuk menentukan tipe data yang diinginkan saat mendirikan fungsi.

Berikut contohnya :

<!DOCTYPE html>
<html>
<body>

<?php
function fmobil(string $fname, int $funit) {
  echo "$fname, $funit <br>";
}

fmobil("Ferarri", "5 Unit");
fmobil("BMW", "10 Unit");
fmobil("Honda", "15 Unit");
fmobil("Lamborgini", "8 Unit");
?>

</body>
</html>

PHP strict types

Selain contoh di atas, php 7 menyediakan fitur strict types. Dengan menambahkan strict types dan mengaktifkan persyaratan yang ketat, diharapkan program PHP yang lebih benar dan mendokumentasikan diri dapat ditulis. hal ini memberi kita lebih banyak kontrol atas kode serta dapat membuat kode lebih mudah dibaca. perhatikan contoh berikut :

<?php declare(strict_types=1);
function fmobil(string $fname, int $funit) {
  echo "$fname, $funit <br>";
}

fmobil("Ferarri", "5 Unit");
fmobil("BMW", "10 Unit");
fmobil("Honda", "15 Unit");
fmobil("Lamborgini", "8 Unit");
?>

Karena unit merupakan bukan integer maka outputnya akan error. berikut outputnya :

PHP Fatal error: strict_types declaration must be the very first statement in the script in ... on line 2

PHP Default Argument Value

Memungkinkan kita untuk menggunakan parameter default. jika kita memanggin fungsi() tanpa argumen, maka secara otomatis akan menggunakan nilai default yang sudah ditentukan. berikut contohnya :

<?php declare(strict_types=1); ?>
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>

<?php 
function setVal(int $intVal = 1) {
  echo "Value Is : $intVal <br>";
}

setVal(10);
setVal();
setVal(200);
setVal(75);
?>

</body>
</html>

Output :

Value Is : 10
Value Is : 1
Value Is : 200
Value Is : 75

PHP Functions – Returning values

fitur dari PHP ini memungkinkan untuk membiarkan suatu fungsi mengembalikan nilai. berikut contohnya:

<?php declare(strict_types=1); ?>
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>

<?php 
function sum(int $x, int $y) {
  $z = $x + $y;
  return $z;
}

echo "1 + 2 = " . sum(1,2) . "<br>";
echo "2 + 3 = " . sum(2,3) . "<br>";
echo "3 + 4 = " . sum(3,4);
?>

</body>
</html>

Output :

1 + 2 = 3
2 + 3 = 5
3 + 4 = 7

PHP Function – Return Type Declarations

Dalam PHP 7 juga memungkinkan mendukung Deklarasi Tipe untuk pernyataan return. Seperti dengan deklarasi tipe untuk argumen fungsi, dengan mengaktifkan persyaratan yang ketat atau strict typedata, ini akan memunculkan “Kesalahan Fatal” pada jenis ketidakcocokan. Untuk mendeklarasikan Return Type Declarations atau fungsi yang dikembalikan, tambahkan titik dua (:) dan tipe tepat sebelum kurung kurawal buka ({) saat mendeklarasikan fungsi. berikut contohnya :

<?php declare(strict_types=1); ?> 
<!DOCTYPE html>
<html>
<body>



<?php 
function sumnum(float $a, float $b) : float {
  return $a + $b;
}
echo sumnum(1.5, 1.5); 
?>

</body>
</html>

Output :

3

PHP Function – Passing Arguments by Reference

Memungkinkan kita dapat mengirimkan nilai yang ke dalam fungsi. berikut contohnya :

<!DOCTYPE html>
<html>
<body>

<?php
function addvalue(&$value) {
  $value += 100;
}

$num = 10;
addvalue($num);
echo $num;
?>

</body>
</html>

Output nya :

110

admin

giginau

Tinggalkan Balasan